Minggu, 15 Februari 2015

Berjuang untuk hidup, hidup untuk berjuang !!!





P
ada dasarnya setiap manusia mengharapkan sesuatu yang lebi
h dalam hidupnya, baik itu pasangannya, hartanya, dan rizki yang didapat. Namun pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, bagaimanakah agar mendapatkan sesuatu itu, khususnya masalah rizki?
 setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, antara lain:
a.       Perbanyak lubang rizki

Layaknya sebuah kebun yang banyak menanam berbagai tanaman, bisa kita petik setiap hari karena tanaman tersebut banyak pilihan untuk kebutuhan kita. Coba bayangkan jika kita hanya menanam satu macam tanaman, sebagai contoh kita hanya menanam cabai, tanpa ada tanaman lain disekitar kebun tersebut, lalu kita butuh bahan untuk membuat sambal, apakah cukup dengan cabai? Semakin banyak menabur benih, semakin banyak menuai hasil, begitupun dengan rizki semakin kita banyak berusaha, maka semakin kita melihat banyak peluang.

b.       Sambil menyelam minum air

Terkadang banyak hal yang tidak disangka-sangka dalam hidup ini, ada yang diharapkan tidak datang dan yang tidak diharapkan malah menghampiri. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui, Coba bayangkan jika kita duduk berpikir melamun berjam-jam tanpa melakukan hal yang lain, apakah itu cukup bermanfaat? tentu banyak hal untuk mensiasatinya, misalkan saja kita bisa berpikir sambil melakukan pekerjaan lain, tentu lebih bermanfaat bukan?

c.       Hidup itu dinamis

Lihatlah tumbuhan, hewan dan anak-anak disekitar kita, semuanya berubah tumbuh, karena begitulah hidup, kian bertambahnya usia kian berkurangnya jatah hidup kita. Apakah kita rela melewati hidup yang hanya sekejap mata ini dengan hal yang sia-sia? masih banyak hal yang lebih berguna untuk kita lakukan setiap hari. Semakin bertambahnya usia tentu semakin bertambah beban dan semakin berkurangnya jatah panca indra kita dalam bekerja. Dan semua itu tentu dapat kita sisati dengan menabung di masa muda, menabung itu tidak hanya identik dengan materi, tapi kita juga dapat menabung kesehatan yaitu dengan berolahraga, dan menjaga pola makan.

d.       Ada usaha ada jalan
Setiap insan tentunya tidak terlepas dari sebuah masalah, mulai dari tukang bubur sampai dengan direktur. Mengapa demikian karena itu merupakan takdir dari sang kuasa. Namun Tuhan pun tidak memberi masalah jika tidak ada penyelesaiannya. Pepatah mengatakan “Dimana ada kemauan, maka ada jalan” percayakah anda dengan pepatah tersebut? Jika tidak, coba pikirkan apakah perut kita dapat kenyang tanpa makan? Apakah makanan dapat menjadi sari-sari makanan tanpa kita mengunyah ataupun menelannya?  Apakah makanan bisa sampai ke mulut tanpa kita memasukannya? Itulah satu contoh sederhana dari pepatah tersebut.
e.       Apapun tergantung usahnya

Sesuatu apapun dapat kita manfaatkan dan lebih berdaya guna jika kita pintar mencari peluang dan memanfaatkannya, bahkan hal yang kotor sekalipun itu dapat dijadikan peluang. Katakan saja kotoran ayam jika hanya ada satu, dua dilantai rumah hanya mengotori pemandangan saja, tapi jika kotoran itu jumlahnya berton-ton itu bukan lagi mengotori pemandangan tapi malah bisa menyulap pemandangan. Jika kita merasa cukup dengan apa yang kita punya, maka hanya segitu sajalah jatahmu, tapi jika kita merasa kurang pasti kan ada usaha untuk memenuhinya. Yang penting “ada kemauan pasti mencari jalan”

f.        Jadikan kegagalan sebagai peluang

Hidup itu tidak selalu berjalan mulus seperti yang direncanakan sedemikian rupa. Ada kalanya kita terdesak dalam situasi tertentu. Jadikanlah situasi tersebut sebagai peluang untuk berpikir. Lihatlah disekeliling kita, apapun perhatikan secara mendetail, misalkan kita melihat seekor kucing yang mengintai mangsanya, begitu fokusnya kucing tersebut sehingga besar sekali peluang untuk mendapatkan targetnya tersebut. Nah tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk dapat fokus dalam planning kita, sekalipun planning kita meleset asalkan kita pintar mengambil hikmah, pasti disitulah ada sesuatu yang mungkin lebih berharga dari apa yang kita targetkan, karena Tuhan tahu apa yang kita tidak tahu.

Sudah selazimnya manusia mengharapkan sesuatu yang lebih dari orang lain, perbanyak peluang, menabung, focus, dan menjadikan kegagalan sebagi peluang untuk dapat meraihnya. Semoga bermanfaat.

 Oleh: Anam Faturohman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar