|
P
|
ada dasarnya setiap manusia mengharapkan sesuatu yang lebi
h
dalam hidupnya, baik itu pasangannya, hartanya, dan rizki yang didapat. Namun
pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, bagaimanakah agar mendapatkan
sesuatu itu, khususnya masalah rizki?
setidaknya ada
beberapa hal yang dapat kita lakukan, antara lain:
a.
Perbanyak
lubang rizki
Layaknya sebuah kebun yang banyak
menanam berbagai tanaman, bisa kita petik setiap hari karena tanaman tersebut banyak
pilihan untuk kebutuhan kita. Coba bayangkan jika kita hanya menanam satu macam
tanaman, sebagai contoh kita hanya menanam cabai, tanpa ada tanaman lain
disekitar kebun tersebut, lalu kita butuh bahan untuk membuat sambal, apakah cukup
dengan cabai? Semakin banyak menabur
benih, semakin banyak menuai hasil, begitupun dengan rizki semakin kita
banyak berusaha, maka semakin kita melihat banyak peluang.
b.
Sambil
menyelam minum air
Terkadang banyak hal yang tidak
disangka-sangka dalam hidup ini, ada yang diharapkan tidak datang dan yang tidak
diharapkan malah menghampiri. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui, Coba
bayangkan jika kita duduk berpikir melamun berjam-jam tanpa melakukan hal yang
lain, apakah itu cukup bermanfaat? tentu banyak hal untuk mensiasatinya,
misalkan saja kita bisa berpikir sambil melakukan pekerjaan lain, tentu lebih
bermanfaat bukan?
c.
Hidup
itu dinamis
Lihatlah tumbuhan, hewan dan anak-anak
disekitar kita, semuanya berubah tumbuh, karena begitulah hidup, kian
bertambahnya usia kian berkurangnya jatah hidup kita. Apakah kita rela melewati
hidup yang hanya sekejap mata ini dengan hal yang sia-sia? masih banyak hal
yang lebih berguna untuk kita lakukan setiap hari. Semakin bertambahnya usia
tentu semakin bertambah beban dan semakin berkurangnya jatah panca indra kita
dalam bekerja. Dan semua itu tentu dapat kita sisati dengan menabung di masa
muda, menabung itu tidak hanya identik dengan materi, tapi kita juga dapat
menabung kesehatan yaitu dengan berolahraga, dan menjaga pola makan.
d.
Ada
usaha ada jalan
Setiap insan tentunya tidak terlepas
dari sebuah masalah, mulai dari tukang bubur sampai dengan direktur. Mengapa
demikian karena itu merupakan takdir dari sang kuasa. Namun Tuhan pun tidak
memberi masalah jika tidak ada penyelesaiannya. Pepatah mengatakan “Dimana ada kemauan, maka ada jalan”
percayakah anda dengan pepatah tersebut? Jika tidak, coba pikirkan apakah perut
kita dapat kenyang tanpa makan? Apakah makanan dapat menjadi sari-sari makanan
tanpa kita mengunyah ataupun menelannya?
Apakah makanan bisa sampai ke mulut tanpa kita memasukannya? Itulah satu
contoh sederhana dari pepatah tersebut.
e.
Apapun
tergantung usahnya
Sesuatu apapun dapat kita manfaatkan
dan lebih berdaya guna jika kita pintar mencari peluang dan memanfaatkannya,
bahkan hal yang kotor sekalipun itu dapat dijadikan peluang. Katakan saja
kotoran ayam jika hanya ada satu, dua dilantai rumah hanya mengotori
pemandangan saja, tapi jika kotoran itu jumlahnya berton-ton itu bukan lagi
mengotori pemandangan tapi malah bisa menyulap pemandangan. Jika kita merasa
cukup dengan apa yang kita punya, maka hanya segitu sajalah jatahmu, tapi jika
kita merasa kurang pasti kan ada usaha untuk memenuhinya. Yang penting “ada kemauan pasti mencari jalan”
f.
Jadikan kegagalan sebagai peluang
Hidup
itu tidak selalu berjalan mulus seperti yang direncanakan sedemikian rupa. Ada
kalanya kita terdesak dalam situasi tertentu. Jadikanlah situasi tersebut
sebagai peluang untuk berpikir. Lihatlah disekeliling kita, apapun perhatikan
secara mendetail, misalkan kita melihat seekor kucing yang mengintai mangsanya,
begitu fokusnya kucing tersebut sehingga besar sekali peluang untuk mendapatkan
targetnya tersebut. Nah tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk dapat fokus
dalam planning kita, sekalipun
planning kita meleset asalkan kita pintar mengambil hikmah, pasti disitulah ada
sesuatu yang mungkin lebih berharga dari apa yang kita targetkan, karena Tuhan
tahu apa yang kita tidak tahu.
Sudah
selazimnya manusia mengharapkan sesuatu yang lebih dari orang lain, perbanyak
peluang, menabung, focus, dan menjadikan kegagalan sebagi peluang untuk dapat
meraihnya. Semoga bermanfaat.
Oleh:
Anam Faturohman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar